• kompressupj

Mispersepsi Masyarakat Indonesia terhadap Kampanye Vaksinasi Covid-19

Ditulis oleh: Bakti Abdillah Putra, S.H.Int., M.Int.Comm

Dosen Komunikasi Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Pembangunan Jaya



Pandemi Covid-19 sudah berlangsung kurang lebih selama 1,5 tahun dan tampaknya kita, bangsa Indonesia, belum betul-betul menang dalam menghadapi perang terhadap virus ini. Pemerintah sudah berupaya mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk menurunkan angka kasus penularan dan kematian dari wabah ini dimulai dari pelaksanaan protokol kesehatan, penghentian sementara kegiatan massal, pembatasan perjalanan dalam dan luar negeri, hingga melakukan vaksinasi.


Vaksinasi sendiri sudah diadakan sejak awal tahun 2021 dan saat ini Indonesia masih belum mencapai herd immunity atau setara dengan 70%-80% dari total keseluruhan penduduk Indonesia. Sehubungan dengan data yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 per Agustus 2021, hanya terdapat 0,1 % penduduk Indonesia atau 1 dari 10 orang yang sudah mendapatkan vaksinasi secara tuntas (CNN Indonesia, 2021).


Oleh karena itu, lembaga pemerintahan beserta perusahaan swasta dan masyarakat umum menggalakkan kampanye kepada warga yang sama sekali belum mendapatkan akses vaksinasi Covid-19. Kampanye vaksinasi yang sudah disebarkan melalui media massa dan juga media baru ini memiliki tujuan agar masyarakat dapat mencegah gelaja berat yang diakibatkan dari penjangkitan Covid-19 dan melindungi orang lain dari risiko penularan.


Salah satu negara tetangga kita, Singapura, telah memproduksi sebuah kampanye menarik nan persuasif akan pentingnya vaksinasi agar mereka dapat hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan tagar #TestTraceVaccinate. Akan tetapi, di Indonesia, ketika testing, tracing, dan vaksinasi belum mencakup seluruh lapisan masyarakat, warga memiliki beberapa motivasi yang ternyata tidak sesuai dengan pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan.


Pertama, pusat perbelanjaan dan hiburan adalah salah satu tujuan utama dari para warga Indonesia untuk mendapatkan vaksinasi karena tempat-tempat tersebut mewajibkan pengunjung untuk menunjukkan kartu tanda vaksin Covid-19. Mal-mal di kota-kota besar sudah menjalankan peraturan ini dan, di setiap pintu masuk, petugas akan melakukan pemeriksaan, dari suhu tubuh hingga kartu vaksin Covid-19. Motivasi ini dinilai efektif bagi masyarakat, akan tetapi masih menimbulkan kontroversi mengenai pembatasan kegiatan di luar rumah.


Kedua, vaksinasi gencar digalakkan, khususnya oleh perusahaan maskapai dan agen perjalanan, agar masyarakat dapat kembali aktif untuk melakukan perjalanan, baik di dalam maupun luar negeri. Tetapi, kita perlu melakukan instrospeksi diri bahwasanya varian Delta Covid-19 sudah tersebar di 25 provinsi di Indonesia dan hal ini membuat negara-negara lain enggan menerima kunjungan pelawat dari negara kita (Kompas, 2021).


Ketiga, masyarakat Indonesia ingin segera bebas dari rangkaian protokol kesehatan dengan asumsi bahwa vaksin Covid-19 akan memberikan jaminan perlindungan 100% terhadap imun. Asumsi tersebut dinilai keliru karena, menurut World Health Organization (2021), “No vaccine is 100% effective and breakthrough infections are regrettable, but to be expected.”


Maka dari itu, pesan dari kampanye vaksin Covid-19 hendaknya dimaknai sebagai peringatan agar tubuh kita semakin terlindungi dan penggunaan protokol kesehatan tetap dilaksanakan, bukan semata-mata hanya untuk berpelesir. Menyebarkan informasi yang benar mengenai vaksin Covid-19 juga merupakan sikap yang terpuji sehingga masyarakat tidak memiliki keraguan untuk segera melakukan vaksinasi dan terhindar dari mispersepsi.


Kita perlu jadikan kegiatan vaksinasi ini sebagai starting point untuk kehidupan baru yang aman dan lebih baik. Menyalahkan pihak pemerintah dan media yang sudah berusaha membawa pesan positif ini dengan tuduhan komersil dan konspirasi hanya akan menimbulkan ketakutan dan keraguan yang tidah pernah berhenti. (Editor: NB)

Referensi:

CNN Indonesia. (2021). Rendah Efikasi Vaksin, Ahli Prediksi RI Sulit Herd Immunity. Retrieved from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210827070332-20-686082/rendah-efikasi-vaksin-ahli-prediksi-ri-sulit-herd-immunity.

Kompas. (2021). Sebaran 1.368 Varian Delta di Indonesia, Paling Tinggi di Jakarta 425. Retrieved from https://nasional.kompas.com/read/2021/08/09/16160231/sebaran-1368-varian-delta-di-indonesia-paling-tinggi-di-jakarta-425.

World Health Organization. (2021). Coronavirus disease (COVID-19): Vaccines. Retrieved from https://www.who.int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-(covid-19)-vaccines?adgroupsurvey={adgroupsurvey}&gclid=Cj0KCQjwvaeJBhCvARIsABgTDM5SZUgJT5zg4JsZFrhgkNHNatNDgxJcURi7woUI3nRvIbr0pcfjJSEaAlDZEALw_wcB.

11 views0 comments