• kompressupj

Melempar Komedi Berujung Serangan Teror, Bintang Emon Banjir Dukungan



Komika Bintang Emon kembali menjadi sorotan publik di media sosial, namanya tiba-tiba berada di trending topic nomor 1 di Twitter Indonesia. Bermula ketika Bintang mengunggah video roasting tentang kasus Novel Baswedan melalui akun Instagram miliknya. Video berdurasi 1 menit 43 detik tersebut berjudul “Ga Sengaja” yang mengkritik rendahnya tuntutan jaksa pada kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Jaksa juga menyebut dua pelaku, yaitu Ronny Bugis dan Rahmat Kadir tidak sengaja melakukan perbuatan tersebut.

Melalui video roasting-nya Bintang menilai jika kedua pelaku penyerangan tersebut tidak mungkin melakukannya secara tidak sengaja. Dilihat penyerangan tersebut dilakukan pada waktu subuh, yang mana kebanyakan orang belum memulai aktivitasnya. Bintang juga mempertanyakan hukuman yang tidak masuk akal bagi kedua pelaku penyiraman, karena keduanya hanya dijatuhi hukuman selama satu tahun penjara. Ia berpendapat bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan termasuk dalam kasus berat jika hanya dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Dua hari setelah Bintang mengunggah video roasting tersebut, namanya kembali menjadi perbincangan warganet karena menempati trending topic Twitter di Indonesia. Terdapat sekitar lebih dari 18 ribu cuitan tentang dirinya. Ternyata cuitan tersebut merupakan bentuk serangan virtual dari sejumlah akun anonim yang diduga sebagai buzzer atau akun bayaran. Akun-akun anomin tersebut menggunakan tagar #GakSengaja dan #NovelBaswedan.

Sejumlah akun anonim menyerang Bintang dengan memfitnah bahwa dirinya menggunakan narkoba untuk menjaga stamina hingga membuatnya gelisah. Cuitan dari akun tersebut disertai meme wajah Bintang yang bertuliskan, “Terungkap Gusti Bintang Emon ketagihan sabu-sabu”. Warganet beranggapan jika terdapat dua akun yang memfitnah Bintang dengan menggunakan narasi yang sama, yaitu @LintangHanita dan @Tiara61636212. Sejak videonya viral, Bintang mengaku jika terdapat beberapa pihak mengirim tulisan tertentu kepada dirinya melalui email untuk pekerjaan, sang kakak, dan manajernya.

Usai diserang oleh buzzer, Bintang mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan, mulai dari para komika, artis, politikus, hingga pengamat HAM. Dukungan diberikan oleh rekan seprofesinya, yaitu Pandji Pragiwaksono yang mengatakan jika Bintang menjadi korban fitnah tanpa bukti karena telah menyuarakan kebenaran.

Rekan seprofesi lainnya, yaitu Presiden Standupindo Adjis Doa Ibu menyatakan bahwa komika selama ini sering mengalami serangan digital yang diakibatkan pernyataan-pernyataan bersifat kontroversial dan pilihan politiknya. Ia juga mengatakan bahwa dasar dari sebuah komedi digunakan untuk menyampaikan kegelisahan yang dirasakan oleh masyarakat luas, bukan bagian dari sebuah kritik.

Selain itu, dukungan dari Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam yang menyayangkan tindakan buzzer menyerang Bintang dengan cara memfitnah melalui media sosial merupakan pelanggaran terhadap kebebasan untuk berekspresi. Komnas HAM juga menyarankan jika ingin mengadukan apa yang dialaminya agar dapat diproses hukum. “Apalagi kritik yang disampaikan Bintang Emon bukanlah suatu tindakan kejahatan,” jelas Choirul.

Sementara itu, atas jawaban dari tuduhan penggunaan narkoba yang dilayangkan kepadanya, Bintang melakukan pemeriksaan medis di Rumah Sakit Pondok Indah Puri Indah. Hal ini dilihat dari Bintang yang mengunggah surat keterangan dari hasil pemeriksaannya di akun Instagram miliknya. Di situ tertulis jelas nama aslinya dan identitas dirinya. Hasilnya dinyatakan negatif.

Atas serangan buzzer yang dilayangkan kepada Bintang, Novel Baswedan memberi tanggapannya mengenai hal ini. Novel merasa prihatin atas kejadian yang menimpa Bintang. Menurutnya, kritik yang disampaikan oleh Bintang merupakan hal yang sangat wajar. Dalam hal ini terdapat kejanggalan yang disinyalir terdapat proses penegakkan hukum bermasalah.

Penulis: Khansa Nur Aini

Editor: Faliha Ishma Amado

Approved by: Fasya Syifa Mutma

13 views1 comment
 

©2020 by KOMPRESS. Proudly created with Wix.com