• kompressupj

Fakta Menarik Virtual Launching Kompress


Virtual launching Kompress terbilang sukses dan ternyata banyak fakta menarik di balik kesuksesan tersebut.

Mengadakan peluncuran secara virtual, Kompress berhasil menghidupi Program Studi Ilmu Komunikasi UPJ menjadi media yang menarik. Virtual launching yang diadakan pada tanggal 8 hingga 10 Juli ini melibatkan banyak mahasiswa serta alumni dari Program Studi Ilmu Komunikasi UPJ. Seluruh rangkaian acara mendapatkan respon positif dari masing-masing target audience yang dituju. Di balik kesuksesan tersebut ada beberapa fakta menarik virtual launching Kompress, yaitu:

Menjadi terobosan baru Prodi Ilkom UPJ

Sebagai pembukaan, Kompress mengadakan Opening Ceremony yang dilakukan via Zoom dengan melakukan live stream pada channel Youtube Kompress. Opening Ceremony yang berlangsung selama 45 menit ini dipandu oleh dua MC dari Program Studi Ilmu Komunikasi UPJ, Bonfil dan Adrial. Opening Ceremony juga dihadiri beberapa petinggi UPJ, seperti rektor beserta jajarannya.

“Salut atas terobosan-terobosan Ilkom, semoga Kompress terus dijaga kualitasnya,” ujar Ibu Leenawaty Limantara, Ph.D, Rektor Universitas Pembangunan Jaya.

Apa itu VFD 2020?

Virtual Fashion Dance atau VFD ini adalah bagian dari rangkaian launching Kompress yang diadakan pada 8 Juli lalu. Acara kedua ini menjadi event pertama dengan konsep virtual fashion dance di Universitas Pembangunan Jaya. Pengambilan tema yang menarik serta dan lagu yang sedang trend membuat VFD ini berhasil ditonton 500 orang lebih dalam waktu 12 jam di channel Youtube Kompress. VFD melibatkan mahasiswa/i aktif Program Studi Ilmu Komunikasi UPJ yang sangat berbakat di dunia fashion dan dance.

Ngobrol bareng alumni berprestasi

Acara ketiga dari launching Kompress adalah “Ngobrol Bareng Alumni”. Dengan mengangkat tema “Be a Creative Newcomer di Media Industri”, ngobrol bareng mungkin terdengar cukup serius. Namun acara yang berlangsung singkat, padat dan sangat bermanfaat ini justru menjadi obrolan santai karena pembicara yang dihadiri adalah alumni dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Bayu Aditya dan Anisa Indraini. Bayu dan Anis berbicara dengan sangat sederhana sehingga mudah dipahami oleh mahasiswa/i untuk mengenal media industri.

Suara emas milik mahasiswa Ilkom UPJ

Penutupan dari rangkaian acara launching Kompress adalah acoustic performance yang diadakan pada tanggal 10 Juli 2020. Acara ini diisi oleh Ramadika, Tasya & Hans, dan Nada. Keempat pengisi acara adalah mahasiswa/I Ilmu Komunikasi UPJ yang memiliki suara emas. Bagaimana tidak, dalam live Youtube di channel Kompress banyak sekali yang mengagumi suara keempat pengisi acara ini. Bahkan, panitia pun ikut bernyanyi karena terlalu menikmati alunan musik dari keempat pengisi acara tersebut.

Dari rangkaian acara launching Kompress, terlihat bahwa banyak mahasiswa/i Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya yang berprestasi. Tidak hanya berprestasi di bidang akademik namun juga berprestasi di bidang non akademik, serta dapat bekerja dengan baik di perusahaan-perusahaan besar. Banyak ucapan selamat dan doa terbaik untuk kelancaran Kompress ke depannya agar tetap menjaga kualitas yang sudah dibangun.


Penulis: Kadek Alvia Raspati

Editor: Faliha Ishma Amado

Approved by: Emma Aliudin

29 views0 comments